Powered By Blogger

Minggu, 07 September 2014

CITA-CITA & HARAPAN BARU

CITA-CITA & HARAPAN BARU

        Namaku "Tata kuswaya" aku orang Ciawi Tasikmalaya aku terlahir dari keluarga yang biasa & dahulu aku seorang remaja biasa yang penuh harapan & cita cita, Cita-citaku adalah ingin menjadi polisi, karena selain dari segi sosial menjadi polisi juga didambakan sebagai jalan untuk mencari finansial yang tak lain menjadi seorang abdi negara berstatus PNS.
        Tetapi semenjak aku gugur 2x dari tes kepolisian, nyaliku mulai menciut bahkan berat badaan ku ikut turun 12 kg dari berat badanku sebelumnya, itu di karnakan pikiranku ingin menjadi seorang polisi terus membara, saya pikir lagi mungkin Alloh SWT memiliki rencana lain bagi jalan hidup saya, kata pepatah orang sunda bilang "Dimana aya tanjakan pasti aya Turunan" yang artinya, setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Dan aku pun berhenti sejenak memikirkan kepolisian, dikarnakan umurku pada Septeber 2014 ini sudah 19 tahun, dan aku pun takut umur aku terlalu larut dalam penghrapan.
         Ketika pada suatu hari aku berfikir untuk masuk kuliah, 'tapi buat apa ?' kataku sambil ngaca, sampai aku memikirkan kuliah di Universitas siliwangi & ambil jurusan management, singkat cerita aku daftar dan beberapa hari kemudian aku di test, tetapi waktu pembukaan nasibku sial, aku tidak lulus tes,, huhhhhh pikirku sambil sedih, yang aku pikirkan kenapa nasibku seperti ini ?? padahal aku selalu berdo'a setiap selesai sholat fardu, & waktu pun terus berjalan, sampai suatu ketika aku daftar di STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya, oke lakh pikir ku ini adalah jalan hidup aku + modal kesepatanku ingin menjadi abdi negara (Polisi / TNI).
          Tetapi kuliah di kesehatn itu duitnya WOWW, selain duitnya yang wow tapi belajarnya juga hot, tapi ini mungkin suatu harapan baru bagi saya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi End jadi anggota polri gtu, katanya bisa,
         Dan aku pun unya motifasi ketika Masuk STIKes Mitra Kencana walaupun aku ambil jurusan S-1 Keperawatan dan begitu pusing nya memikirkan mata kuliah, tapi aku tetap tangguh, walau agak sedikit ricuh, Dan motifasiku adalah "Jika aku bisa itu benar & Jika aku tidak bisa itu juga Benar" maksudku jika kita belajar sungguh-sunguh apapun pasti bisa & jika kita mennganggap susuh untuk belajar itu pasti tidak akan bisa sampai kapan pun..
sekian cita-cita semoga jadi motifasi ke depannya,, salam , semoga sukses
silahkan tinggalkan komentar jika berkenan, Terimakasih.

Rabu, 06 Agustus 2014

Cita citaku menjadi polisi














SEANDAINYA CITA CITAKU MENJADI POLISI TERCAPAI !!
13317990771860064864


Ilustrasi dipinjam dari tata143.blogspot.com
Ketika kecil saya bercita-cita menjadi polisi. Saat bermain dengan teman-teman saya selalu mengajak mereka main polisi-polisian. Saya jadi polisi, teman saya jadi maling dan jadi korbannya. Saya sangat suka berperan sebagai intel polisi yang tugasnya melakukan pengintaian. Begitulah keseharian saya semasa kecil. Yang berperan sebagai pencuri dan korbannya selalu berganti, sedangkan polisinya tetap saya. Tak jarang saya harus baku pukul dengan si “pencuri” karena dia melawan ketika hendak ditangkap.
Begitu terobsesinya saya menjadi polisi sehingga ketika sudah SMP pada pelajaran Bahasa Indonesia, guru memberi kami tugas membuat tulisan tentang “Cita-citaku”. Yang saya tulis ya cita-cita menjadi polisi. Saya gambarkan dalam tulisan itu seandainya saya jadi polisi, yang paling saya suka adalah intel polisi atau Brimob.
Ada satu hal yang membuat saya terkagum-kagum pada polisi,
Tim yang dibentuk oleh mendiang Anton Sudjarwo itu, begitu ditakuti para penjahat. Penjahat sekaliber apapun jika sudah menjadi target pasti dapat diringkus, bahkan dimatikan. Target TEKAB tak sebatas penjahat criminal, kasus manipulasi dan korupsi uang Negara pun dapat mereka bongkar dalam waktu singkat.
Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) dibentuk oleh Anton Sudjarwo. Personil satuan ini diambil dari mantan anggota Resimen Pelopor (Menpor) Brimob Polri. Menpor sendiri dibubarkan pada tahun 1972 karena kebijakan politik Orde Baru. Mantan Menpor diseleksi lagi, sebagian yang berkualifikasi intelijen direkrut ke Tekab, sisanya direkrut ke satuan antiteror bernama Gegana.
Saya selalu berkhayal menjadi polisi yang tak kenal kompromi. Semua pelaku kejahatan akan saya ringkus, tak peduli dia pejabat atau penguasa.
Tapi, sayang impian itu tak pernah terwujud. Saya gagal menjadi polisi.
Sekarang, yang ada di dalam jiwa saya bukan lagi keinginan menjadi polisi, tetapi mendambakan hadirnya polisi yang berjiwa patriot, berani membela yang benar, menegakkan hukum sesuai dengan idealism kepolisian. Merindukan kembali hadirnya sosok satuan seperti TEKAB yang anggotnya tidak mempan sogokan, dan tidak mengenal takut pada lawan.
Saya juga mendambakan hadirnya intel-intel polisi yang mampu dan mau menggulung habis pelaku korupsi, manipulasi dan pemeras di tubuh Polri sehingga tidak ada lagi rekening gendut para jenderal. Juga mendambakan sosok polisi yang mampu memberantas perilaku curang oknum-oknum polisi yang mencari untung dari mempermainkan pasal hukum dan undang-undang.
Saya ingin ada sosok polisi pemberani yang bisa membersihkan tubuh polri dari oknum yang selalu berkata “Atas nama hukum”, tapi mereka sendiri melanggar hokum. Kata-kata “Atas Nama Hukum” mereka gunakan menakuti rakyat yang buta hukum.
Seandainya saya jadi polisi, sekarang sudah menyandang bintang di pundak dan sudah banyak polisi nakal yang saya tindak, termasuk jenderal yang punya rekening gendut. Penjara mungkin penuh oleh oknum polisi lalulintas yang suka memeras di jalanan atau pejabat polisi yang sering minta uang ke perusahaan swasta dengan dalih ulang tahun dan berbagai acara seremonial.